Atlas Parasitologi Kedokteran Pdf
Print Full Slideshare
Berlangsung. kista dibentuk di rongga usus besar dan dalam feses, berinti 1-4 dan tidak patogen, tetapi dapat merupakan bentuk infektif. dengan adanya dinding kista, bentuk kista dapat bertahan hidup terhadap pengaruh buruk di luar badan manusia (korman dan deckelbaumn, 1993; zadiman, 1993). Rhizopoda ( sarcodina ) memiliki beberapa karekteristik / ciri-ciri yang membedakan jenis protozoa lainnya. ciri-ciri rhizopoda ialah sebagai berikut. 1. bergerak dengan kaki semu / palsu ( pseudopodia ) 2. bersifat heterotrof 3. ukuran tubuh sekitar 200-300 mikron 4. umumnya hidup di air tawar atau laut 5. bentuk yang dapat berubah-ubah atau tidak tetap 6. ada yang bercangkang dan tidak 7. mempunyai ektoplasma dan endoplasma 8. mempunyai vakuola makanan dan juga vakuola kontraktil 9. rhizopoda menelan makannya / fagosit 10. reproduksi secara aseksual dengan pembelahan diri 11. hidup dengan bebas atau parasit 12. pernapasan dengan cara difusi ke seluruh permukaan tubuh. Diagnosis dapat ditegakkan dengan : 1. diagnosis klinik 2. diagnosis laboratorium 3. radio foto, dan 4. tes immunologi. diagnosis untuk amoebiasis histolytica dapat dibagi : 1. amoebiasis intestinal akut dapat ditegakkan dengan : 1. gejala klinik, yaitu diare yang terjadi ±10 kali sehari disertai demam dan sindroma disentri. 2. laboratorium, ditemukan histolytica stadium histolytica pada tinja encer yang bercampur darah. pada pemeriksaan darah terjadi leukositosis. 1. amobiasis intestinal kronis dapat ditegakkan dengan : 1. gejala klinik, diare bergantian dengan obstipasi. bila terjadi eksa serbasi akut, biasanya terjadi sindroma disentri. 2. laboratorium, menemukan histolyticastadium kista pada tinja yang agak padat. pada pemeriksaan ini agak sulit ditemukan parasit ini, maka perlu melakkukan pemeriksaan tinja berulang hingga 3 kali. dapat pula dilakukan sigmoidoskopi dan reaksi serologi. 1. amobiasis hepatis 1. pemeriksaan klinis, penderita datang dengan kesakitan, membungkuk sepe

Amebiasis Lab Sistematika Hewan Sub Parasitologi
Rhizopoda mempunyai peranan baik itu yang menguntungkan maupun yang merugikan dari beberapa contoh rhizopoda antara lain sebagai berikut: dalam siklus hidupnya terdapat tiga bentuk yaitu : 1. bentuk histolitika : besarnya 20-40 mikron, inti entameba ada satu dengan kariosom letak sentral, endoplasma dengan vakuol-vakuol, ada eritrosit, ektoplasma membentuk pseudopodium. 2. bentuk minuta : besarnya 10-20 mikron, mempunyai satu inti entameba dengan kariosom letak sentral, endoplasma dengan vakuol-vakuol, tanpa eritrosit, ektoplasma membentuk pseudopodium. 3. bentuk kista : besarnya 10-20 mikron, mempunyai satu atau empat inti, terlihat benda kromatoid. terbagi atas dua bentuk yaitu : 1. bentuk vegetatif : besarnya 15-30 mikron, mempunyai satu inti entamoeba, kariosom letaknya eksentris, endoplasma dengan vakuol tanpa eritrosit, ektoplasma dapat membentuk pseudopodium. 2. bentuk kista : besarnya 15-22 mikron, berinti dua atau delapan. terbagi atas dua bentuk, yaitu : 1. bentuk trofozoi Kista yang immature mengandung satu inti kista yang mature infektif mengandung 4 inti yang lebih kecil baik kista yang berinti satu maupun 4 semuanya bisa keluar melalui feses. kista — bentuk oval, 6 — 15 u — inti 1, jarang 2 — vakuola glikogen besar, 1 — 2 buah — chromatoid body — — granula kromatin menempel pada satu sisi. Rhizopoda dibagi dalam 5 ordo antara lain sebagai berikut : ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia pendek dan tumpul serta terdapat perbedaan yang jelas antara ektoplasma serta endoplasma. ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia halus seperti benang dan becabang-cabang. ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia panjang dah halus. ciri-cirinya : mempunyai pseudopodia berbentuk benag yang radien dan kista berinti 4 antarfilamen tidak pernah bersatu membentuk jala atau anyaman. 1. ordo radiolarian cirinya : mmpunyai pseudopodia berupa benang-benang halus yang tersusun radier dan bercabang-cabang membentuk jala (anyaman). Kista yang atoas mengandung satu inti kista yang mature infektif mengandung 4 inti yang lebih kecil kedokterqn kista yang berinti satu maupun 4 semuanya bisa keluar melalui feses. kista yang immature mengandung satu atlas parasitologi kedokteran kista yang mature infektif mengandung 4 inti yang lebih kecil baik kista yang berinti satu maupun 4.
6 Bab Ii Tinjauan Pustaka A Diare 1 Definisi Diare Adalah
Ukuran kista 10-20 mikron, berbentuk bulat atau lonjong, mempunyai dinding kista dan inti entameba. dalam tinja stadium ini biasanya berinti 1 atau 4, kadang-kadang terdapat yang berinti 2. di endoplasma terdapat benda kromatoid yang besar, menyerupai lisong dan terdapat vakuol glikogen. Rhizopoda berasal dari bahasa yunani, yaitu rhizo = akar, dan podos = kaki, atau sarcodina (sarco = daging). semua protozoa yang tergolong kelas rhizopoda bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk kaki semu (pseudopodia). bentuk pseudopodia beragam, ada yang tebal membulat dan ada yang tipis meruncing. pseupodia berfungsi sebagai alat gerak dan memangsa makanan. hewan ini ada yang bercangkang, contohnya globigerina dan ada yang telanjang, contohnya amoeba proteus. pada rhizopoda yang bercangkang, pseudopodia menjulur keluar dari cangkang. cangkang tersusun dari silica atau kalsium carbonat. cangkang berukuran 0,5 mm (anonimous, 2012). kaki semu terbentuk karena adanya aliran sitoplasma, sebagai akibat perubahan sitoplasma dari fase cair (sol) ke fase kental (gel). gerak yang ditimbulkannya disebut gerak amoeboid. contoh rhizopoda yang terkenal adalah amoeba proteus yang umum ditemukan di perairan tawar (anonimous, 2012). jika kita lihat tubuh amoeba maka dapatlah k
Dec 15, 2014 · kista : * Ø = 11 20 μ * benda-benda kromatid seperti batang * kista berinti 4 28. entamoebiosis tanda klinis disentri amuba dengan lendir dan darah kolik diare intermiten umumnya tanpa demam berkembang kista berinti 4 pada homoseksual, sering disebut traveller`s diarrhoea. Dalam daur hidupnya, e. histolytica mempunyai dua stadium, yaitu trofozoit dan kista. bila kista matang tertelan, kista tersebut tiba dilambung masih dalam keadaan utuh karena dinding kista tahan terhadap asam lambung. di rongga terminal usus halus, dinding kista dicernakan, terjadi ekskistasi dan keluarlah stadium trofozoit yang masuk kerongga usus besar. dari satu kista yang mengandung 4 buah inti, akan terbentuk 8 buah trofozoit. stadium trofozoit berukuran 10-60 mikron (sel darah merah 7 mikron), mempunyai inti entameba yang terdapat di endoplasma. ektoplasma bening homogen terdapat dibagian tepi sel. pseudopodium yang dibentuk dari ektoplasma, besar dan lebar seperti daun, dibentuk dengan mendadak, pergarakannya cepat dan menuju suatu arah. endoplasma berbutir halus, biasanya mengandung bakteri atau sisa makanan. bila ditemukan sel darah merah disebut erythrophagocytosis yang merupakan tanda patognomonik infeksi e. histolytica. stadium trofozoit dapat bersifat patogen dan menginv Kista berinti delapan : stadium infektif 4. di luar hospes dapat hidup lebih lama karena mempunyai dinding sehingga dapat mempertahankan diri dari pengaruh luar. Entamoeba disentri (entamoeba histolitica) 1. tubuh bersel tunggal, bentuknya tidak tetap 2. hidup dalam jaringan usus (bersifat endoparasit) 3. makanan eritrosit dan mampu membentuk cysta bila keadaan tidak menguntungkan. entamoeba histolytica mempunyai siklus hidup secara berurutan dari trophozoite (bentuk vegetatif), prakisa, kista (dengan satu atau dua inti), metatropozoite. bentuk tropozoitenya aktif bergerak, ukurannya 10-60 mikron, sedangkan kistanya tidak bergerak ukurannya 5-20 mikron. bentuk tropozoitenya mudah mati di luar tubuh manusia. bentuk kistanya mudah mati dengan pengeringan atau pemanasan 550c, tetapi tahan hidup sampai dua bulan di dalam air (selokan, kali, sawah) tidak mati pada kadar chlor yang biasa dipakai dalam pengolahan air minum, tahan terhadap desinfektan. pada feses yang basah tahan sampai 12 hari. entamoeba histolytica menimbulkan penyakit pada manusia, kucing, anjing dan babi. penularan kepada manusia terjadi karena makanan atau minuman yang terkonta
Kista berkembang biak dengan dengan jalan membelah, mula-mula kista berinti 1 menjadi kista berinti 2, selanjutnya kista berinti 2 menjadi kista berinti 4. kista ini berfungsi: infeksius menular, dan biasanya tidak mempunyai glikogen vakuola. Jan 07, 2014 · kista tidak bergerak dan tidak makan, kista berkembang biak dengan jalan membela, mula mula kista berinti 1, kemudian berinti 2, selanjutnya berinti 4. kista tersebut berfungsi infeksius dan biasanya tidak memiliki glikogen vakuola. stadium kista merupakan stadium menular dan berperan sebagai penyebar penyakit disentri amebiasis. a. Kista tidak bergerak dan tidak makan, kista berkembang biak dengan jalan membela, mula kista berinti 4 mula kista berinti 1, kemudian berinti 2, selanjutnya berinti 4. kista tersebut berfungsi infeksius dan biasanya tidak memiliki glikogen vakuola. stadium kista merupakan stadium menular dan berperan sebagai penyebar penyakit disentri amebiasis. a.

Kista yang atoas mengandung satu kedlkteran kista yang mature infektif mengandung 4 inti yang lebih kecil kedokterqn kista yang berinti satu maupun 4 semuanya bisa keluar melalui feses. all the standard positioning is atlaw in this single atlas parasitologi kedokteran, accompanied by supplementary parasitologk where relevant and illustrations. Kista : * Ø = 11 20 μ * benda-benda kromatid seperti batang * kista berinti 4 27. entamoebiosis tanda kista berinti 4 klinis disentri amuba dengan lendir dan darah kolik diare intermiten umumnya tanpa demam berkembang pada homoseksual, sering disebut traveller`s diarrhoea. Kista : * Ø = 11 20 μ * benda-benda kromatid seperti batang * kista berinti 4 28. entamoebiosis tanda klinis disentri amuba dengan lendir dan darah kolik diare intermiten umumnya tanpa demam berkembang pada homoseksual, sering disebut traveller`s diarrhoea. Jun 28, 2011 · kista berkembang biak dengan dengan jalan membelah, mula-mula kista berinti 1 menjadi kista berinti 2, selanjutnya kista berinti 2 menjadi kista berinti 4. kista ini berfungsi: infeksius menular, dan biasanya tidak mempunyai glikogen vakuola.

See full list on dosenpendidikan.. Jun 12, 2011 · kista berinti delapan : stadium infektif 4. di luar hospes dapat hidup lebih lama karena mempunyai dinding sehingga dapat mempertahankan diri dari pengaruh luar. Dec 15, 2014 · kista : * Ø = 11 20 μ * benda-benda kromatid seperti batang * kista berinti 4 27. entamoebiosis tanda klinis disentri amuba dengan lendir dan kista berinti 4 darah kolik diare intermiten umumnya tanpa demam berkembang pada homoseksual, sering disebut traveller`s diarrhoea.
Atlas parasitologi kedokteran pdf.
Comments
Post a Comment